Tuesday, November 5, 2019

Cycle of life

          I know how you are feeling. I was there too. 

          I lost my Abah and followed by Mak. You feel lost without them. You'll start missing their presence, their habits, their smile, their look, their concern and their touch! In other words, without them, the world is so different even though you have your own family but they are our parents! We used to depend on them. With them around, you have someone to talk to, to give consent, to listen to our hay days and to share our happiness and sadness....parents are everything to us.....

            That morning, I met a friend who is also my neighbour who had just lost her mum. She was talking about her mum, how she passed and was surprised to see many attended her funeral. This friend of mine is the one and only child...can you imagine how lost she is now?  She cried the minute I conveyed my condolence for the loss and all the while tears came rolling down her cheek. It hurts to see her like that....really do.

          My friend, that is the cycle of life. Today you lost your mum and tomorrow our children will face the same....just a cycle of life. We have to live with it. That feeling will be with us until the end of our life. We have to move on. 

           It is a reminder to everybody, cherish the moments with your parents. Take good care of them, love them and make time for them because when they are gone, what is left are only memories. No point to get angry or upset if you do not take care of them when they are alive. Grab the opportunity to see, visit, hug and kiss them as much as you can. because if you do so, your children will do the same to you when you are old......



           

Kita bakal menyusuli mereka




Hujan malam menambah resah
Hati sepi sejak kau tiada
Semakin hari semakin rindu
Biarpun bada terpisah jauh

Bagi patah tak tumbuh lagi
Bagai hilang tidak berganti
Bagai terbawa separuh diri
Bersama pergimu yang tak kembali

Bukanlah gurauan
bukan sekadar mainan
perasaan

Apa yang tersurat
Itulah yang tersirat
Namun kurela

Dalam doaku
Kusebut namamu
Tenanglah dikau sayangku

Aku bagai musafir lalu
Menyusulmu sudahlah tentu
Di sana kasih kekal abadi
Suci dan kudus janji Illahi


nyanyian bersama Dato Ramli Sarip dan Dayang Norfaizah
(sila tekan untuk dengar lagunya)

           Setiap kali mendengar lagu ini,  fikiranku langsung melayang mengenangkan semua arwah-arwah yang telah mennggalkanku. Meraka adalah kedua orang tuaku, kedua mertuaku, nenek moyang, datuk nenek, saudara mara, sahabat handai, jiran tetangga dan kenalanku. 

           Ramai sudah shabat-sahabat yang sama menuntut ilmu di Maktab Perguruan Kuala Terengganu dari tahun 1981-1983 sudah mendahului aku dan semua TURTLES!. Sahabat-sahabat yang amat kami sayangi dan hormati telah pergi buat selamanya. Allahyarham Ali, Allahyarhamah Norlaila, Allahyarhamah Nani, Allahyarham Salim, Allahyarham Roslan dan terkini Mendiang Sreedharan. Pemergian yang tidak ada gantinya. 

          Sama-samalah kita berdoa semoga Allah mengampuni segala dosa mereka dan sama-samalah kita menyambung tali persahabatan kita dengan tidak memutuskan hubungan dengan ahli keluarga mereka . 

          TURTLES  ada mengujudkan kumpulan tadarus bulanan. Setiap orang memilih juzuk pilihan mereka dan setiap bulan kita khatam satu AlQuran. Kita sedekahlkan pahala bacaan kita untuk ahli keluarga  dan sahabat-sahabat kita yang telah meninggal dunia dan juga yang sedang diuji dengan gangguan kesihatan. Semoga usaha murni ini mendapat keberkatan Allah dan semoga bacaan kita menjadi bertambah baik. Jika ada lagi sahabat-sahabat TURTLES yang ingin turut serta dalam tadarus ini adalah digalakkan....



            Bersedialah kita semua kerana kita akan menyusuli mereka. Semoga kita semua mendapat kebaikan di dunia dan di akhirat.