Sunday, November 4, 2018

Tak kenal maka tak cinta....

Dari kecil , aku dipaparkan dengan kisah-kisah dari Book of Fairytales. Watak watak seperti Cinderella, Prince Charming, Wicked Witch, Repunzel, Snow White and the Seven Dwarfs, Pinnochio dan sebagainya sudah terpahat di otak. Fikiranku ketika itu selalu membayangkan dan mengharapkan agar cerita begitu benar-benar wujud. Semuanya berakhir dengan kemenangan dan kegembiraan bagi orang yang baik dan kebinasaan atau kekalahan bagi orang jahat.  Kita digalakkan menjadikan ia sebagai bedtime stories. Pementasan sekolah pun berkisarkan Fairytales! 





Malangnya, jiwa kita, hati kita dan pemikiran kita terpesong jauh malah tidak mengenali langsung kisah-kisah Nabi dan Rasul. Kisah bermula dari Nabi Adam hingga ke Rasulallah saw. Kisah tentang hubungan baginda Rasulallah dengan isteri-isteri dan ahli-ahli keluarganya, sahabat-sahabat seperti Saiyiddina Abu Bakar, Umar, Uthman  dan sebagainya. Kita terpaksa membaca kisah mereka untuk menghafal kerana ia sebahgian dari pelajaran yang masuk dalam peperiksaan. Kita hafal tanpa memahami. Kita langsung tidak mengenali mereka. Kita tidak tahu  secara terperinci akan diri mereka dan jasa-jasa mereka. Ya Allah,  bertapa ruginya kita. Walhalnya, merekalah yang patut kita kenali dan cerita-cerita mereka kita baca dan sampaikan kepada anak cucu kita sebagai bedtime stories.



Semasa ke bumi ambiya' Palestine baru-baru ini, tersentak aku dibuatnya! Rupanya cetek sungguh pengetahuan tentang mereka walhalnya ini cerita berkenaan agama kita. Semua penceritaan dan kisah-kisah mereka tertulis di dalam AlQuran dan Hadis.  Banyak kali di sebut tentang Nabi-nabi dan Rasul, berulangkali kita membaca tetapi setakat itu sahaja. Kita tidak membaca lanjut tentang diri mereka, susah senang mereka, hidup mereka dan wafatnya mereka....langsung tidak mencari! Ketika itu, di saat itu terasa bertapa aku sudah merugikan diriku sendiri tetapi lebih baik lewat dari tidak sedar langsungkan.





Sejak itu aku bertekad untuk belajar dan mencari ilmu Sirah Nabawiyyah. Alhamdulillah sudah mengikuti kelas untuk tujuan ini. Aku akan kumpul sebanyak mungkin bedtime stories berkisarkan kisah-kisah Nabi dan Rasul dan InSyaAllah aku akan pastikan cucu-cucuku tahu kisah-kisah ambiya ' dan mereka akan membesar dengan semangat pemimpin-pemimpin dan pejuang-pejuang Islam di dalam diri mereka. InSyaAllah mereka akan membesar menjadi umat Islam yang berjaya.



Bagiku, tiada yang terlewat. Jika kita sudah mengetahui kelemahan dan kekurangan kita, cepat-cepatlah kita perbaiki dan perelokkannya. Jangan kita bertangguh untuk kebaikan. Peringatanku kepada diriku sendiri dan kepada sahabat handaiku, jangan lalai membaca AlQuran. Jika ada emas dan permata  bergunung sekali pun, tapi jika Al Quran ditinggalkan,  kita adalah manusia termiskin sekali.


Biar kita Miskin Dunia tapi Kaya Akhirat. 
Yang terbaik ialah 
Kaya dunia dan Kaya Akhirat. 
Tetapi,
Yang paling rugi ialah, 
Miskin Dunia dan Miskin Akhirat.


Oleh itu, ayuh kawan-kawan, kita balik pada agama kita. Kita perbaiki diri kita dan menjadi nenek,  ibu, kakak, adik, jiran dan sahabat yang lebih berjaya dunia dan akhirat. Mari kita membaca dan ikuti kelas-kelas sirah. Semoga Allah memudahkan segala urusan kita ntuk tujuan ini. InSyaAllah.

Tuesday, October 30, 2018

A journey........

A journey back to the land of the Prophets as written in the Zabour, Tau rah, Injil and Quran is one great experience. You really have to be there to really fully understand what it is all about. All that I know of these places is through the media which sometimes is exaggerating, out of contacts and it frightened people. But dear friends, please, you have to be there to know the truth.



I was given the opportunity to visit Jerusalem and it's surroundings with a company of 28. Before leaving, after what was shown on the media, I prepared myself for the worst but never stop praying for the best.

Our first encounter with the immigration officers at the border was smooth. We had to go through 4 booths before we were allowed to enter. We were given an entrance visa and it took us only 30 minutes for clearance and continued our journey to the Holy Land. We were indeed lucky because from previous experiences of other groups, which I heard or told, they were detained for many hours at the checkpoint and sometimes their entrance were denied. It happened to my neighbours. It was a great relief for all of us. Syukur Alhamdulillah.



When we were on the bus, as we entered Jerusalem, from afar, there she was.....The Dome of the Rock. It was easy to locate because of the Golden Dome...so majestic and very commanding view indeed. Allahu Akbar! we were speechless and without realizing that our tears dropped. A sign of happiness and thankful to The Almighty Allah for making our dreams came true. Subhanallah...Alhamdulillah, Allahu Akbar!


Holy Land? This is our first Qibla, this is the place where the Prophets roam, this is the place of Israk Mikraj Of Prophet Rasulullah s.a.w and many more stories as told in the  Al Quran .....everything is here! We felt so blessed being there and stepping on the same soil as the Prophets did. Subhanallah...

Masjid Al Aqsa is a compound. There used to be 7 Masjids but two turned into a museum and a library. All the masjids still function well except for Subuh Prayer ONLY in Camii Qibli. The names of the other Masjids are Dome of the Rock, Masjid Marwan, Masjid Qadim and Masjid Buroq.



All this while, we thought that the Dome of the Rock is the main Camii until we prayed in  Masjid Qibli. That is the main masjid and that is our first Qiblah until Allah directed Rasulallah to turn to Kaaba in Mekah. It was originally a small masjid built by Umar, the second Caliph of the Rashidun Caliphate. It was then rebuilt by the Umayyad caliph Abd al-Malik and finished by his son al Walid in 705CE. but it was destroyed completely in 746 by an earthquake but was then rebuilt again in 754. Unfortunately, another earthquake destroyed most of al-Aqsa in 1033 but again two years after that, the structure of the Camii that we saw today still stand strong. Thanks to Caliph Ali az-Zahir. (Wikipedia)




When the Crusaders captured Jerusalem in 1099, they used the Camii as their palace and Dome of the Rock as a church but the functions were restored after Jerusalem was recaptured by Salahuddin al-Ayoubi in 1187. More renovations, repairs and additions were undertaken by the Ayyubids(Kurdish), Mamluk Sultanate from Egypt, Ottomans (Turkish Empire), The Muslim Council and Jordon. Today, Israel controls the Old City but the  Masjid Al Aqsa remains under the administration of the Jordanian/Palestinian-led Islamic Waqf. (Wikipedia)

I will forever cherish this journey and if permitted by Allah, I would love to revisit again and again even if it is the last place I can, before the end of my life! It is indeed a journey of a lifetime The feeling of being near to His Love Ones, made this journey ultimate! You have to be there to feel it!






Sunday, August 5, 2018

When old friends meet...

     When old friends called themselves TURTLES get together,  time is our worst enemy! 

Congratulations to both Man and Nik .
We, Turtles, wish the BEST for both your children and their newly weds in their future.
We thank you very much for your kindness and concern towards us.
Tasty Food and Beverages, 
warm welcome 
and even  
Two special tables set for Turtles.....
sorry we did add another two more ....hehehhehhe
Thank you.

To all Turtles who made it, it was full of fun with lots of laughter and never enough time.
Really nice to be among comrades.
The presence of Super Seniors and families made it more meningful.
We should try our level best not to miss any of the Tutles functions like this...
well.... it keeps us young !!!!


All aboard!


The used to be boys.....


The men




The ladies


Hubbies



Father-in-law


Zainal...all the way from Muar 


Membawang session


Our sweet Kasma


Lailee, Zu  and Manja


Abang Long Zainal and girls


The host and Amin


Madam host with Lailee
 

Jamilah, Norihan, Akhtar and Rahimah



Tuan Pengetua and Zu's hubby....Ridwan


Kak Teh n hubby...Pok Teh


Manja and Rosmah


Jamilah, Norihan and Shikin


Breakfast at hotel...





Ikram, Mat and Ibrahim.
Not even Turtles but always there at Turtles functions.
Wonder who their wives are????

Wednesday, July 25, 2018

A mother's dream







She is every mothers dream 
A daughter and my best friend
She is my everything
When I am down, she'll be there
entertaining
When I make jokes, she'll be there
laughing
When I nag, she'll be there
listening attentively
and smiling broadly
She always make time for me
telling me stories
and
sharing her ups and downs
and cracking silly jokes
which brightens up my day 
Always around to assist me
Always there to keep me company
I hope she will have her dream too
because she is a mother
and her daughter will be like her
just like she to me

My Little Lantern






Let the picture do the talking
Shirakawa-Go, Japan.
16th March 2018

Tuesday, July 24, 2018

Durian





Ia digelar Raja Buah
Kulitnya berduri
Isinya lemak berkrim
Baunya menguasai ruang
Bagi yang suka... mengiurkan
Bagi yang tidak... memeningkan
Tahun  yang lalu, hasilnya kurang menjadi
Seluruh negara ketandusan buah ini
Harga diletakkan sangat tinggi
Tapi demi tekak....tetap dibeli
Tahun ini, hasinya berlipat ganda
Seluruh negara dihujani durian
Sana sini durian
Pelbagai spesis diperkenalkan
Musang King, 101, Kampung, Kawin dan sebagainya
Rasanya ada beza
Ada manis
Ada pahit
Tapi yang penting harganya
Tahun ini kita makan sepuasnya

Alhamdulillah










Insan istimewa








Aku bekas seorang pendidik
maka telahanku tidak akan tersasar
aku tahu isi hatinya
dia insan istimewa
seorang manusia yang banyak berjasa
kepada
Agama, Bangsa dan Negara
walaupun rambutnya sudah memutih
walaupun sudah tidak bisa menggigit
walaupun penceritaannya tersekat-sekat
Tetapi
ingatannya masih jelas
setiap yang didalam foto dia kenali
setiap individu dia ingati
mula mendidik semuda 19 tahun
di Sekolah Menengah Kuala Kubu
sekitar tahun 1966 
pengajarannya mengikut lojik
pendidikannya ibarat magik
berbangga sungguh dengan hasil usahanya
kembang hati melihat hasil kerjanya
punya ramai anak didik ternama
yang sentiasa menyanjunginya
mengingatinya dan mendoakannya
jasamu tidak akan mudah dilupa
kelucuanmu 
kebijaksanaanmu
keikhlasanmu
dan pendidikanmu
akan dikenang selamanya 
terima kasih Cikgu Saiful
atas segalanya



Friday, March 30, 2018

Selamat bersara.

My sister Aeshahton Mohamad Yunos
My sister, A'eshahton binti Mohamad Yunos is a very dedicated teacher. She is 61 years old. She has never attended any Teachers Training Institutions....never. All her life, since she was young, she gives home tutions. Many of her students did so well in their major examinations. She is still doing it until now. 

Kak Chah, is a multi talented person. She is a very good cook, she sings, she dances, a  very good organizer and she teaches students from toddler to form five students! She is such an amazing person!!

The best of all is, she love us very much!

Selamat bersara Kak Chah. 

May you find happiness in your new life. Stay cool and beautiful OK. I wrote a little poem for you. This is my gift to you.....





She has made up her mind...
This time is for real.
There is no turning back.

Her tears dropped like diamonds.
This place gave her life.
It gave her happiness and satisfaction.
Her voice heard.
Her presence felt.
Her ideas awed.....
But..she had decided.
She is not turning back.
her train stopped here...

But deep inside her..she knew,
She will be missed.
Her absence felt.
She cried......

Goodbye my friends...
Goodbye my students...
I wish you luck....
Please....
Please wish me luck too.




Friday, November 10, 2017

Aku mendengar.....

Aku diberi kesempatan belajar tinggi. Alhamdulillah. Tapi, disepanjang kehidupanku dari kecil higga kini, banyak yang kupelajari dari penglihatan, pendengaran dan pembacaan. Tidak lupa dari pengalaman diri dan pengalaman orang lain. Akhirnya, ilmu yang kita pelajari dari zaman sekolah digabungkan dengan baik sekali dengan pengalaman hidup menghasilkan AKU! hahhahahha.

Akhir-akhir ini aku banyak mendengar tentang kisah kisah sahabat-sahabat Rasulallah SAW. Nak baca dari buku mata dah rabun dan tidak  berapa awas dan penyakit mengantuk kuat mengganggu konsentrasi. Tetapi teknologi kini amat canggih. Buka saja Internet dan cari dalam  Wiki, You tube dan yang sewaktu dengannya amat membantu. Bak kata, ilmu kini di hujung jari. Cari dan tekan  saja maka  berlubur ilmu  dikeluarkan. 

Aku banyak ikuti penceramah Dr Khalid Basalmah tentang sirah Nabi dan sahabat-sahabatnya. Subhanallah, sememangnya kepakarannya tentang sirah Nabi. Penyampaiannya jelas, terang dan beliau membuat rujukan dari pelbagai kitab dan setiap satu kejadian dinyatakan juga versi-versi yang berbeza  mengikut pada -kibitab rujukannya.

Hari ini, aku mendengar kisah bagaimana Umar bin Khattab memeluk agama Islam. Umar bin Khattab adalah seorang yang bertubuh besar, tegap, berpendirian tetap, garang dan ditakuti musuh. Sebelum  Islam, Umar amat suka minum arak, menyeksa orang Islam dari terbit matahari hinggalah ke petang. Katanya, jika bukanlah kerana hari sudah malam, pasti dia tidak akan berhenti menyeksa orang Islam. Bencinya dia pada agama Islam, pada Rasulallah SAW dan pada  Muslimin tidak boleh dibendung lagi. Beliau bukan sahaja menyeksa hambanya yang beragama Islam malah turut sama menyeksa hamba-hamba sahabat-sahabatnya.

Ummar bin Khattab sangat ditakuti oleh musuh. Biar berdepan dengan 10  orang musuh dari berhadapan dengannya. Ini adalah kerana besarnya tubuh, kudratnya, kekuatannya , garangnya  dan pandai bersenjata. Beliau adalah seorang duta. Beliau juga akan dihantar oleh kaum Musyhrikin apabila ingin berhadapan dengan musuh kerana beliau amat ditakuti dan disegani.

Satu hari, Ummar bin Khattab ditugaskan untuk mencari dan membunuh Rasulallah SAW.  Beliau tidak tahu dimana tempat persembunyian baginda dan beliau terus berjalan. Sedang beliau mencari-cari Rasulallah SAW, beliau bertembung dengan seorang saudaranya bernama Abdullah an Nahham al Adawi. Melihat keadaan wajah Umar bin Khattab yang bengis dan dengan pedang yang terhunus di tangannya, Abdullah langsung bertanya kemana tujuannya. Langsung Umar memberitahu tujuannya ialah untuk mencari dan membunuh Rasulallah SAW yang telah menyebabkan perpecahan dikalangan penduduk Mekah. Ini amat merisaukan Abdullah kerana Umar terkenal dengan janjinya. Jika Umar diberi tugas untuk membunuh, misinya mesti diselesaikan sama berjaya atau tidak, salah seorang mesti mati.

Abdullah an Nahham al Adawi merasa amat risau. Sebenarnya dia juga seorang Islam dan tidak diketahui oleh Umar bin Khattab! Lalu Abdullah mengalihkan tumpuan  Umar kepada hal yang lebih menyakitkan hatinya iaitu menyatkan bahawa adiknya Fatimah binti Khattab dan suaminya sudah Islam. Umar terus ke rumah adiknya. Oleh kerana tubuh badannya yang besar,  langkah kakinya  sudah kedengaran dari jauh. Ketika itu Fatimah dan suaminya sedang belajar mengaji dengan seorang bekas hamba yang juga sahabat Rasulallah SAW iaitu Khabbab bin Art. Mereka langsung menyorokkan guru mereka dan tulisan AlQuran yang tertulis di atas kulit dipegang oleh Fatimah.

Beberapa kali pintu rumah di ketuk tetapi tidak dibuka oleh Fatimah dan suaminya kerana takut. AKhirnya, Umar merobohkan pintu rumah  lalu masuk dan bertanya apakah yang sedang mereka bacakan  dan di nafikan oleh Fatimah. Umar menampar adiknya Fatimah dah iparnya berusaha membantu menghalang tetapi turut di pukul .  Berdarah mulut Fatimah dan Umar merasa malu akan perbuatannya mencederakan adik kandungnya sendiri. Apabila Umar ingin menyentuh ayat Al Quran, Fatimah melarangnya dan menyuruhnya mandi dan membersihkan badannya terlebih dahulu. Setelah selesai, Umur duduk dengan membaca ayat yang tertulis di atas kulit kambing tersebut. Bacaan yang mula-mulanya dengan suara yang keras akhirnya  menjadi lunak dan beliau terus membaca dan terpegun dengan susunan ayat-ayat tersebut. Mendengar suara Umar membaca seolah-olah menghayatinya, Khabbab keluar dari persembunyiannya dan Umar meminta agar di dipertemukan dengan Rasulallah SAW.

Khabbab terus memimpin Umar ke Darul Nadwah . Dari kejauhan, orang Islam menyangkakan yang Umar telah menangkap Khabbab dan membawanya ke Darul Nadwah. Saidina Hamzah bersedia untuk bersemuka dengan Umar sekiranya diserang. Untuk mengelakkan pergaduhan, Saidina Hamzah di sorokkan dan semua sahabat di minta bersembunyi kerana Rasulallah tahu akan kekuatan Umar.

Setibanya di dalam, Rasulallah langsung memegang Umar dan bertanya sebanyak tiga kali diulang soalan yang sama iaitu,'Adakah kau mahu menunggu hingga azab Allah turun kepadamu baru kau mahu meninggalkan agama asalmu?" 
Umar terus bersyahaddah! Seluruh Darul Nadwah bertakbir dan lauangan takbir itu kedengaran hingga ke Kaabah!

Dr Khalid Basalmah menyatakan tiga sebab Umar masuk Islam:

1...Doa dari Rasulallah SAW. Setelah baginda melihat bagaimana kaum Muslimin di siksa dengan sangan hebat sekali  oleh kaum Quraisyh, baginda memohon doa kepada Allah.

2...Terdengarnya  bacaan Surah THOHA oleh adiknya Fatimah binti Khattab.

3...doa seorang saudaranya  Abdullah yang keluarganya dalam perjalanan untuk berhijrah dan bertembung dengan Ummar . Ummar membiarkan keluarga itu berlalu dengan selamat sedangkan tugasnya ialah untuk membunuh saja orang Islam yang keluar dari Mekah.

Agama Islam telah menyebabkan seorang insan yang sangat jahil jadi berilmu, seorang yang bodoh menjadi pandai dan bijaksana, seorang yang sombong menjadi baik dan  seorang yang keras hati  menjadi pelembut. Dinyatakan juga bahawa antara sebab arak diharamkan adalah kerana doa Umar bin Khattab. 

Banyak yang kita pelajari dari kisah sahabat yang hebat ini. Sampaikanlah pengkisahan sahabat-sahabat Rasulallah SAW kepada anak cucu dan sahabat handai kita agar kita dapat bertemu mereka di Syurga nanti..